Enam tahun, ternyata telah kita lewati bersama. Semuanya terasa singkat. Semua kenangan kita masih sangat kuingat; apakah semuanya akan hilang setelah perpisahan itu tiba?
Kulihat setiap sudut sekolah: gerbang yang dulu menyapa selamat pagi, dan lonceng yang berbunyi untuk pulang. Jam kosong yang sangat diimpikan, ruang kelas yang penuh canda dan tawa; itu semua akan kuingat dan kukenang. Apakah cerita itu dapat kutemui kembali?
Ketika hari berganti menjadi pasti… kita akan pergi untuk mengejar cita-cita, menggapai harapan kita, melanjutkan langkah kaki ini, untuk meraih segudang prestasi.
“Tidak semua perpisahan itu tentang air mata, kadang ia hadir untuk mendewasakan kita. Mengajarkan kita arti dari sebuah kehilangan, agar lebih kuat di masa depan.”
Terima kasih atas suka dan duka yang telah kita lewati bersama. Jangan lupakan pagi yang cerah, genggam erat kenangan yang indah, sampai kelak kita bertemu kembali dalam cerita baru yang kita dapati.
Di sini kita bertemu, di sini pula kita akan berpisah.
Kini, biarlah seragam ini menjadi saksi bisu, tentang rahasia-rahasia yang terkunci di bangku kayu. Meski raga menjauh dibawa angin yang berlalu, namamu dan namaku telah abadi dalam satu buku.
Sampai jumpa di gerbang kesuksesan yang baru, sahabatku… perpisahan ini hanyalah cara kita untuk merindu.


